Jumat, 28 November 2014

Pertemuan Bilateral Musa dan Iblis


 Oleh:
Muhammad Azhari Nasution`


                Sebenarnya sudah lama hubungan bilateral antara iblis dan manusia tidak membaik.Konflik ini sesungguhnya telah dimulai sejak lama,bahkan sejak pertama kali bangsa manusia diciptakan dimuka bumi ini. Andai iblis mau taat sedikit saja dengan keputusan MA (Mahkamah Allah)[1] ketika itu,maka sungguh pertikaian tak kan terjadi dan dendam kesumat tak kan mencuat.
Namun apa mau dikata,iblis lebih memutuskan pilihannya untuk tidak bersujud atas perintah Allah tersebut.Bahkan-syahdan, sejak Allah mengusir iblis turun dan keluar dari syurga[2],kebencian iblis kepada manusiapun semakin menjadi – jadi.Iblis dan koalisinya pun tak segan - segan mengeluarkan mosi “penyesatan terhadap bangsa manusia”.[3]

Berhari – hari iblis melewati masa – masa sulitnya sebagai makhluk Allah yang dilaknat.sebulan,setahun bahkan ratusan tahun ia telah lalui, kini iblis mulai berfikir dalam benaknya, “bukankah alangkah lebih baik kalau aku meminta taubat  saja kepada Allah agar aku terbebas dari semua sebab kesalahan yang pernah kulakukan...?” tanya iblis dalam kebingungan!
Janganlah anda heran jika iblis mempertanyakan seperti itu,apalagi jika punya keinginan untuk taubat.Sebab walau bagaimanapun setidaknya ia pernah nyantri disyurga,bahkan sudah menjadi masyayikh dan mursyid sekaligus bagi para malaikat.
‘ala kulli hal.. setelah melihat,memperhatikan,kemudian memutuskan.iblis akhirnya memberanikan diri untuk mengadakan pertemuan dengan anak manusia. Perlahan namun pasti, niat baik Iblis untuk mengadakan hubungan bilateral kiranya kembali ditanggap baik oleh rekannya dari kalangan manusia.Kala itu Nabi Musa as.lah yang ia temui.Syukurnya,niat baik iblis tak bertepuk sebelah tangan.
Benak kita kemudian bertanya,win – win solution apa kemudian yang terjadi atas pertemuan bilateral antara Musa dan Iblis? Dan apa tujuan pertemuan itu dengan niat taubatnya? Uppps,tunggu dulu,tarik nafas dalam – dalam...sejenak kita akan siap – siap mengambil pelajaran didalamya setelah jeda berikut ini.

            Pakar Hadits[4],Ibn al Jauzi dalam bukunya al – Muntaqo an – Nafis min Talbisu Iblis ,dalam riwayatnya menceritakan  pertemuan sakral kedua tokoh tersebut dengan sangat panjang lebar.Singkat cerita,setelah berbasa – basa sebelum keburu basi akhirnya  iblis mengungkapkan uneg – unegnya kepada nabi Musa kalau ia ingin bertaubat.berikut sekedar ilustrasi percakapan keduanya
Iblis : “Hai Musa,engkaulah orang orang yang dipilih oleh Allah untuk menyebarluaskan perintah dan laranganNya.dan Allah pun sudah memberitahu engkau bahwa aku adalah ciptaanNya.namun aku telah berdosa kepada Allah,kini aku hendak bertaubat kepadaNya,Kiranya berkenanlah engkau untuk memanjatkan doa untukku kepada Allah agar ia mengampuni dosa - dosaku.
(Lalu Nabi Musapun mendoakannya.)dan dipertemuan selanjutnya iblis bertanya...

Iblis :   Hai Musa,apakah aku sudah dimaafkan oleh Allah?
Musa : Iblis, Allah akan menerima taubatmu dengan satu syarat
Iblis : apa itu???,pinta iblis dengan percaya diri bahwa ia pasti bisa melakukan syarat itu
Musa : Allah akan menerima taubatmu,jika engkau mau bersujud kepada makam (kubur) Nabi Adam.as
Iblis :   Iblis pun murka,muncul kembalilah kesombongannya,lalu berkata kepada Musa, “Hai Musa,aku tidak akan mau bersujud kepada Adam. ‘jika masih hidup saja aku tak sudi,apalagi saat ia sudah mati???”




Hikmah
“Bukankah kita tak jarang bersikap seperti Iblis,betapa banyak dari kita merasa lebih baik dari pada orang lain.kita lupa bahwa hal tersebutlah yang membekukan hati.
kita giat mencari kebenaran namun enggan menerima kebenaran.kadang karena tak masuk dinalar,kita terlampau sering mendekte bahkan mengkritik  syari’at Tuhan,kita terjebak dengan apa yang disyariatkan bukan siapa yang mensyariatkan.bukankah Iblis juga demikian?karena perintah sujud kepada Adam tak memuaskan nalarnya,hingga ia lupa dengan siapa yang memerintahkan”.


Semoga pertemuan bilateral Musa dan Iblis membawa kita pada perubahan...#




[1] . adalah keputusan Allah ketika itu memberi perintah kepada iblis agar menghormati ciptaan Allah lewat simbol sujud kepada adam as. Baca dan lihat QS.2/ Al- Baqarah : 34.
[2] .Bukan sekedar diperintah untuk turun tapi juga keluar. Baca dan lihat QS.7/Al – A’raf : 13
[3] . Baca dan lihat QS.7/Al – A’raf : 16 - 17

[4] .Nama lengkapnya adalah Abdurrahman ibn Ali ibn Muhammad al Jauzi al – Qursy al – Jauzi.dilahirkan di Baghdad 508 H/1201 M.ia meninggal pada malam jum’at,2 Ramadhan tahun 597 H.

0 komentar:

Posting Komentar