Minggu, 30 November 2014

Geneologi Dosa


Muhammad Azhari Nasution`
           
             Jika menyimak apa yang telah dituturkan oleh al – Quran saat awal - awal menyemat maklumat, berikut pula kisah permulaan  para insan. Kita akan diperlihatkan setidaknya ada tiga dosa yang selalu menghiasi setiap episode penuturannya. Bahkan ketiga dosa tersebut sering dianggap sebagai “akar dari segala dosa” ( three sources of sin ). Sebab hampir semua dosa,baik kecil ataukah besar pasti bermula darinya. Maka tak ada yang salah jika ketiganya juga diyakini sebagai “geneologi”[1] dari munculnya semua dosa yang ada. Apapun nama dosanya, ataukah jika semua jenis dosa yang ada dalam daftar list kitab al Kabaair karya al  -Imam adz Dzahabi, ataupun di dalam az - Zawaajir karya Syaikh al - Imam  Ibnu Hajar al Haitami dikumpul menjadi satu,maka kita akan menemukan benang merah dari asal muasal semua jenis dosa tersebut lewat tiga dosa ini. Ketiga dosa tersebut adalah,kesombongan,ketamakan,dan kedengkian.

            Kesombongan adalah penjelmaan dari apa yang telah dilakukan Iblis. Merasa lebih baik dari Adam,terlalu melihat apa yang diperintahkan,hingga lupa terhadap yang memerintahkan. Kesombongan adalah gaun sang transendental,ia hina jika dikenakan oleh insan dan syaithan,namun akan menjadi adil jika disandang oleh Tuhan.
            Bukannya tak beribadah yang membuat azazil akhirnya menjadi makhluk bedebah,bukan juga karena  tak mengenal Tuhan yang membuat ia akhirnya terhinakan.sekali lagi,karena ia merasa lebih baik dari Adam berdasarkan unsur penciptaan. “Aku lebih baik darinya,api adalah asalku,tanah adalah asalnya”ucap iblis!. “Mustahil jika api bersujud diatas tanah, yang ada api selalu berada diatas tanah”,nalarnya mungkin mendekte!.[2] Tak sadar jika ucapannya telah menghantarkan kesombongan disisi Tuhan.
Walau ia sang pejabat teras surga, terbukti ribuan malaikat pun pernah menjadi muridnya. Wajar jika banyak yang berdecak kagum,namun itu semua tak akan bisa membuatnya kebal hukum. Betapapun amal ibadahnya melimpah ruah bagai air dilautan,namun iblis lupa, dengan satu ons kesombongan akan menghapus satu kwintal kebaikan dihapan Tuhan.” Duhai kesombongan, kau yang beratapkan kebodohan dengan langit – langit  kecongkakan,semoga darinya kita selalu dilindungi Tuhan.
      Jika kesombongan adalah bentuk dari manifestasi dosa Iblis,kini geneologi dosa ketamakan berikutnya diperankan oleh bangsa manusia,yakni Adam dan Hawa. Merasa tak puas,akhirnya membuat keduanya mencari jalan pintas padahal itu dianggap tak pantas.Tak cukup dengan jabatan kekhalifahan, membuat keduanya mencicipi pohon terlarang demi kekal abadi di surga idaman. [3]
Padahal segala nikmat telah tercukupkan,nasihat pun telah telah tersampaikan agar Adam menjauh dari setan dan pohon terlarang[4]. Namun mata sudah terlanjur terbutakan, nafsu menjadi pimpinan, dan hilangnya syukur membuat  keduanya disusupi ketamakan. Dari sini wajar jika Tuhan memberi garansi bagi orang yang syukur[5], dengan ialah walau digoda iman tak akan luntur.
Ya,itulah ketamakan . Kendaraannya selalu didorong oleh rasa takut terhadap kemiskinan dan disetir oleh ambisius kekuasaan,tapi sayangnya ia sering mogok di jalanan. Jika seorang yang tamak diminta untuk mengambil setengah dari isi dunia, maka  setelah itu ia pun diam dengan tenangnya. Namun sedetik berlalu kemudian ia pun bertanya, “bagaimana dengan setengahnya lagi? Ya itulah ketamakan.Benar jika ada ungkapan yang mengatakan “ Seorang yang merdeka adalah budak ketika ia rakus,dan seorang budak adalah yang merdeka ketika ia puas ” sahabat,ada sebuah ungkapan,jika kita mengeluarkan secuil saja ketamakan dari isi hati,maka kita akan mendapati   1/5 isi hati penduduk bumi.Semoga Allah selalu lindungi kita dari ketamakan.


Adalah geneologi dosa berikutnya ditamsili oleh salah satu buah hati Adam (Qabil) yang tega membunuh saudara kandungnya karena angkara nafsu kedengkian. Dosa yang satu ini sama bahayanya dengan dua geneologi dosa sebelumnya. “Jika sombong bisa mengaku diri laksana Tuhan,ketamakan membuat diri tak memantaskan nikmat Tuhan,maka dosa inipun bisa menghantarkan hati selalu su’udzhon (berprasangka buruk) kepada takdir Tuhan”.

Al – Maidah pun ikut menceritakan,bagaimana ketika Qabil tak mendapat apa yang dia inginkan. Demi wanita ia lupa kepada Tuhan,cinta di tolak dengki membludak.lalu sebongkah batu besar ia jadikan alat pembunuhan dan saudara sekandungpun jadi sasaran. Inilah dosa pembunuhan pertama dimuka bumi. Betapa banyak seseorang yang mulanya berkalung sorban namun berubah menjadi buas dan beringas laksana raja hutan karena nafsu kedengkian. Lupa saudara,buta agama dan sikut aturan. Yang penting bisa merebut apa yang ia inginkan.[6]
Inilah dosa yang menyakitkan pelakunya sendiri. Penuh dengan prasangka, fikiran selalu berdosa,dan hati lelah berbuat nista. Mari bersesal – sesallah atas dosa ini. Belajarlah dari buah hati Adam.as, betapa ia sesal setelah melampiaskan kedengkian. yang diinginkan tak kunjung datang,namun nyawa saudara kandung sudah telanjur melayang.
Dosa ini sungguh mengerikan. Jika tak percaya, tanyakanlah kepada sang gagak. Sebab ialah  yang menyaksikan pembunuhan.[7] Jika ingin berkata,mungkin sang burung akan berkata “ Hitamnya bulu kami disebabkan karena mengerikannya pemandangan pembunuhan manusia pertama itu. Cara jalan kami-kata gagak – sebelum peristiwa itu sangat baik. Tetapi,pemandangan darah yang mengalir dari tubuh manusia menjadikan kami berjalan terbata – bata  bagaikan seorang gila yang berjalan diatas bara api.[8] Singkatnya,inilah dosa yang menghantarkan kedzoliman kepada banyak orang.

Yaa ‘Afuuw maafkan jika kesombongan sempat berlalu. Yaa Ghafur belajar dari Adam as., tuntunlah kami menjadi hamba yang bersyukur. Yaa Tawwab ampunkan khilaf jika dengki pernah menjadi akhlak. Aamiin.


[1] . Ilmu yang membahas asal – usul segala sesuatu.
[2] . Lihat dan baca, QS. Al – A’raf {7} : 12 – 13
[3] . Lihat dan baca. QS. Thaha {20} : 120
[4] .Lihat dan baca QS. Al – Baqarah {2} : 35 dan
[5] . Lihat dan baca QS. Al – A’raf {7} : 17
[6] . Baca dan lihat, QS. Al – Maidah {5} : 27 - 30
[7] . Baca dan lihat, QS. Al – Maidah {5} : 31
[8] . Istilah arab menyebut burung ini dengan “Ghurab” yang berarti hitam. Mungkin ini disebabkan karena hitamnya bulu mereka. Orang arab sering mengatakan “ Tamrat al Ghurab” (kurma sigagak). Para pakar anomali berkata ada 1001 keanehan pada diri binatang ini, Mungkin ini juga yang menyebabkan mengapa Allah memilih burung ini untuk menjadi saksi dosa pembunuhan  pertama dimuka bumi yang  juga merupakan kriminalitas sangat aneh ketika itu .Karena belum pernah dilakukan umat manusia manapun sebelumnya. Pembunuhan adalah penganiayaan dan kejahatan,sedang keduanya sering disimbolkan dengan warna hitam. Memang, dosa dan pelanggaran dapat menghitamkan hati dan wajah pelakunya. Agaknya bulu hitam burung gagak inilah yang membuat manusia untuk memilih warna hitam sebagai tanda hari berduka. Manusiapun sering mengatakan hari – hari buruknya dengan “Hari ini, hari yang lebih hitam dan kelam dari pada bulu gagak”.

0 komentar:

Posting Komentar