Muhammad
Azhari Nasution`
Jika menyimak apa yang telah dituturkan oleh
al – Quran saat awal - awal menyemat maklumat, berikut pula kisah permulaan para insan. Kita akan diperlihatkan setidaknya
ada tiga dosa yang selalu menghiasi setiap episode penuturannya. Bahkan ketiga
dosa tersebut sering dianggap sebagai “akar dari segala dosa” ( three
sources of sin ). Sebab hampir semua dosa,baik kecil ataukah besar pasti
bermula darinya. Maka tak ada yang salah jika ketiganya juga diyakini sebagai “geneologi”[1]
dari munculnya semua dosa yang ada. Apapun nama dosanya, ataukah jika semua jenis
dosa yang ada dalam daftar list kitab al Kabaair karya al -Imam adz Dzahabi, ataupun di dalam az - Zawaajir
karya Syaikh al - Imam Ibnu Hajar al Haitami
dikumpul menjadi satu,maka kita akan menemukan benang merah dari asal
muasal semua jenis dosa tersebut lewat tiga dosa ini. Ketiga dosa tersebut
adalah,kesombongan,ketamakan,dan kedengkian.
Kesombongan
adalah penjelmaan dari apa yang telah dilakukan Iblis. Merasa lebih
baik dari Adam,terlalu melihat apa yang diperintahkan,hingga lupa terhadap yang
memerintahkan. Kesombongan adalah gaun sang transendental,ia hina jika
dikenakan oleh insan dan syaithan,namun akan menjadi adil jika disandang oleh
Tuhan.
Bukannya
tak beribadah yang membuat azazil akhirnya menjadi makhluk bedebah,bukan
juga karena tak mengenal Tuhan yang
membuat ia akhirnya terhinakan.sekali lagi,karena ia merasa lebih baik dari
Adam berdasarkan unsur penciptaan. “Aku lebih baik darinya,api adalah
asalku,tanah adalah asalnya”ucap iblis!. “Mustahil jika api bersujud
diatas tanah, yang ada api selalu berada diatas tanah”,nalarnya mungkin
mendekte!.[2]
Tak sadar jika ucapannya telah menghantarkan kesombongan disisi Tuhan.
Walau ia
sang pejabat teras surga, terbukti ribuan malaikat pun pernah menjadi muridnya.
Wajar jika banyak yang berdecak kagum,namun itu semua tak akan bisa membuatnya
kebal hukum. Betapapun amal ibadahnya melimpah ruah bagai air dilautan,namun
iblis lupa, dengan satu ons kesombongan akan menghapus satu kwintal kebaikan
dihapan Tuhan.” Duhai kesombongan, kau yang beratapkan kebodohan dengan langit
– langit kecongkakan,semoga darinya kita
selalu dilindungi Tuhan.
Jika kesombongan adalah
bentuk dari manifestasi dosa Iblis,kini geneologi dosa ketamakan berikutnya diperankan
oleh bangsa manusia,yakni Adam dan Hawa. Merasa tak puas,akhirnya membuat
keduanya mencari jalan pintas padahal itu dianggap tak pantas.Tak cukup dengan
jabatan kekhalifahan, membuat keduanya mencicipi pohon terlarang demi kekal
abadi di surga idaman. [3]
Padahal
segala nikmat telah tercukupkan,nasihat pun telah telah tersampaikan agar Adam
menjauh dari setan dan pohon terlarang[4].
Namun mata sudah terlanjur terbutakan, nafsu menjadi pimpinan, dan hilangnya
syukur membuat keduanya disusupi
ketamakan. Dari sini wajar jika Tuhan memberi garansi bagi orang yang syukur[5],
dengan ialah walau digoda iman tak akan luntur.
Ya,itulah
ketamakan . Kendaraannya selalu didorong oleh rasa takut terhadap kemiskinan
dan disetir oleh ambisius kekuasaan,tapi sayangnya ia sering mogok di jalanan. Jika
seorang yang tamak diminta untuk mengambil setengah dari isi dunia, maka setelah itu ia pun diam dengan tenangnya. Namun
sedetik berlalu kemudian ia pun bertanya, “bagaimana dengan setengahnya lagi? Ya
itulah ketamakan.Benar jika ada ungkapan yang mengatakan “ Seorang yang merdeka
adalah budak ketika ia rakus,dan seorang budak adalah yang merdeka ketika ia puas
” sahabat,ada sebuah ungkapan,jika kita mengeluarkan secuil saja ketamakan dari
isi hati,maka kita akan mendapati 1/5
isi hati penduduk bumi.Semoga Allah selalu lindungi kita dari ketamakan.
Adalah geneologi dosa berikutnya
ditamsili oleh salah satu buah hati Adam (Qabil) yang tega membunuh saudara
kandungnya karena angkara nafsu kedengkian. Dosa yang satu ini sama
bahayanya dengan dua geneologi dosa sebelumnya. “Jika sombong bisa mengaku
diri laksana Tuhan,ketamakan membuat diri tak memantaskan nikmat Tuhan,maka dosa
inipun bisa menghantarkan hati selalu su’udzhon (berprasangka buruk) kepada
takdir Tuhan”.
Al
– Maidah pun ikut menceritakan,bagaimana ketika Qabil tak mendapat apa yang dia
inginkan. Demi wanita ia lupa kepada Tuhan,cinta di tolak dengki membludak.lalu
sebongkah batu besar ia jadikan alat pembunuhan dan saudara sekandungpun jadi
sasaran. Inilah dosa pembunuhan pertama dimuka bumi. Betapa banyak seseorang
yang mulanya berkalung sorban namun berubah menjadi buas dan beringas laksana
raja hutan karena nafsu kedengkian. Lupa saudara,buta agama dan sikut aturan. Yang
penting bisa merebut apa yang ia inginkan.[6]
Inilah
dosa yang menyakitkan pelakunya sendiri. Penuh dengan prasangka, fikiran selalu
berdosa,dan hati lelah berbuat nista. Mari bersesal – sesallah atas dosa ini. Belajarlah
dari buah hati Adam.as, betapa ia sesal setelah melampiaskan kedengkian. yang
diinginkan tak kunjung datang,namun nyawa saudara kandung sudah telanjur
melayang.
Dosa
ini sungguh mengerikan. Jika tak percaya, tanyakanlah kepada sang gagak. Sebab
ialah yang menyaksikan pembunuhan.[7]
Jika ingin berkata,mungkin sang burung akan berkata “ Hitamnya bulu kami
disebabkan karena mengerikannya pemandangan pembunuhan manusia pertama itu.
Cara jalan kami-kata gagak – sebelum peristiwa itu sangat baik.
Tetapi,pemandangan darah yang mengalir dari tubuh manusia menjadikan kami
berjalan terbata – bata bagaikan seorang
gila yang berjalan diatas bara api.[8]
Singkatnya,inilah dosa yang menghantarkan kedzoliman kepada banyak orang.
Yaa
‘Afuuw maafkan
jika kesombongan sempat berlalu. Yaa Ghafur belajar dari Adam as., tuntunlah
kami menjadi hamba yang bersyukur. Yaa Tawwab ampunkan khilaf jika
dengki pernah menjadi akhlak. Aamiin.
[1] . Ilmu yang membahas
asal – usul segala sesuatu.
[2] . Lihat dan baca, QS.
Al – A’raf {7} : 12 – 13
[3] . Lihat dan baca. QS.
Thaha {20} : 120
[4] .Lihat dan baca QS. Al –
Baqarah {2} : 35 dan
[5] . Lihat dan baca QS. Al
– A’raf {7} : 17
[7] . Baca dan lihat, QS. Al
– Maidah {5} : 31
[8] . Istilah arab
menyebut burung ini dengan “Ghurab” yang berarti hitam. Mungkin ini disebabkan
karena hitamnya bulu mereka. Orang arab sering mengatakan “ Tamrat al
Ghurab” (kurma sigagak). Para pakar anomali berkata ada 1001 keanehan pada
diri binatang ini, Mungkin ini juga yang menyebabkan mengapa Allah memilih
burung ini untuk menjadi saksi dosa pembunuhan pertama dimuka bumi yang juga merupakan kriminalitas sangat aneh
ketika itu .Karena belum pernah dilakukan umat manusia manapun sebelumnya.
Pembunuhan adalah penganiayaan dan kejahatan,sedang keduanya sering disimbolkan
dengan warna hitam. Memang, dosa dan pelanggaran dapat menghitamkan hati dan
wajah pelakunya. Agaknya bulu hitam burung gagak inilah yang membuat manusia
untuk memilih warna hitam sebagai tanda hari berduka. Manusiapun sering
mengatakan hari – hari buruknya dengan “Hari ini, hari yang lebih hitam dan
kelam dari pada bulu gagak”.



08.05
Muhammad Azhari
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar