Muhammad
Azhari Nasution`
Sebelum
Iblis La. Meluncurkan niat jahatnya kepada ayahanda Adam dan ibunda
Hawa,terlebih dahulu iblis melakukan market research,kira – kira commodity
apa yang laku dipasaran bangsa manusia.ternyata kompas research Iblis
menunjukkan bahwa commodity yang paling laku pada pangsa pasar manusia adalah “ambitions
in the safe zone” , bahwa manusia sangat ambisius untuk hidup kekal abadi
disurga (zona aman). Ini terlihat bagaimana saat Iblis melakukan hukum
penawaran kepada Adam. (QS.Thaha {20} : 120) :
فَوَسۡوَسَ إِلَيۡهِ ٱلشَّيۡطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ
هَلۡ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلۡخُلۡدِ وَمُلۡكٖ لَّا يَبۡلَىٰ ١٢٠
Kemudian syaitan membisikkan
pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan
kepada kamu syajaroh al – khuldi (pohon terlarang) dan kerajaan yang tidak akan
binasa?
Sampai
disini terlihat,secara naluri manusia begitu senang dengan kenyamanan yang
langgeng dan kekuasaan yang awet. Al – Quran pun melukiskan adanya
sekelompok manusia yang sangat ambisi untuk bisa hidup seribu tahun lagi.[1]
Namun Iblis
memang sang marketing ulung,tak kan puas sebelum iman terampas,takkan jemu
sebelum taqwa berdebu, dan tetap semangat sampai Adam dan Hawa terbuka aurat. Ia
memang dikenal sebagai makhluk yang ulet,ini terbukti dalam banyak ayat
mempromosikan sifatnya. Masih ingat ,bagaimana ketika bangsa jin menjadi
prajurit nabi Sulaiman? betapa ia adalah sang pekerja keras. Ya,sebanding
dengan keras kepalanya.[2]
Proses
marketing iblis terus berjalan sampai misinya berhasil mengeluarkan adam dari
syurga.Setidaknya ada tiga tahap (graduasi) marketing iblis untuk menggoalkan
tujuannya. Pertama,Prologue market.sebelum ketujuan inti Iblis
terlebih dahulu berbasa – basi,mendoktrin,membisiki , dan merayu adam dan hawa
agar memgkonsumsi produk Iblis.Fawaswasa lahuma asy – syaithon (kemudian
syaithan membisikkan pikiran jahat kepada mereka berdua) [3].
Sekali
lagi...
a.
Apa
produk yang ditawari Iblis? yakni, Asy – Syajaroh al Khuldi (pohon
terlarang)[4]
b.
Apa
tujuannya? Yakni,agar Adam dan Hawa terbuka aurat badaniah dan aurat
sirrinya, lalu terusir dari syurga[5].
Kedua, Advantages of Commodity,Iblis mengemukakan
keunggulan produknya,sekaligus meyakinkan kenapa Adam dan Hawa harus
mengkonsumsi produknya.ini semua dilakukan agar Adam dan Hawa semakin yakin dan
terperdaya.Iblis melakukannya dengan iming – iming palsu (Marketing Gimmick).
Dengan mengatakannya kepada Adam,jika ia mengkonsumsi produknya(pohon
terlarang) maka nanti ia akan hidup kekal selamanya,sebab ia adalah pohon
sejenis pil anti malaikat maut, “begitu kira–kira ungkap iblis dengan penuh
kebohongan”.kebohongan marketing iblis itu direkam oleh bahasa al Qurannya, (An
takuuna malakaini au takuuna minal khoolidiin[6] ) begitu kira – kira marketing gimmick Iblis.
Ketiga,Commitmens Guarantee,basi – basi sudah
selesai,keunggulan produk sudah dijelaskan,maka saatnya iblis menggunakan trick
marketing yang ketiga, “Memberi komitmen garansi” atas produknya. Commitmens
Guarantee ini tergambar pada sumpah penegasannya “ wa qoosamahuma Inni
lakuma lamina ash – sholihiin”(sesungguhnya aku ini termasuk para
penasihatmu), yang namanya penasihat tidak mungkin menjerumuskanmu,sudah makan
saja,ga bakal rugi sampean.-pen
Lalu keduanya terpedaya,dan
mengaminkan rayuan iblis.anehnya belum lagi memakan habis, masih mencicipi
saja,aurat keduanyapun terbuka,lalu keduanyapun terusir dari surga[7].dan
marketing Iblispun berhasil...
Hikmah
Bagi
anda yang ingin melihat dari sisi enterpreunershipnya,maka tak mengapa jika
anda ingin mengikuti langkah marketing iblis namun tentu dengan tolak ukur
agama.katakanlah apa yang memang layak untuk dikatakan,jangan mengurangi
kejelekannya,apalagi menambah kebaikan yang tidak ada
padanya(produk).jadikanlah Rasulullah sebagai teladan enterpreunership,tercatat
ia sukses dan banyak mitra dagang yang ingin menjadi partner karena budi
pekerti kejujurannya.
Jika
anda ingin mencari makna lain,penulis ingin berbagi kesan ‘ibrah yang dapat ditangkap.Syukur
adalah harga mahal,bahkan ia bisa menjadi alat tukar ketaatan atas nikmat yang
diberikan Tuhan. Kekhilafan Adam dan Hawa terjadi karena syukur telah hilang
dari keduanya.dan pandanglah pemberian Allah sebagai keadilanNya,jangan melihat
keadilan berdasarkan tingkat kepuasan kita.
Aurat
badaniah (dzohir) adalah simbol ketaatan,tapi juga jangan melupakan aurat sirri
(ketaqwaan hati) untuk selalu dibenahi.keduanya bahkan tak bisa
dipisahkan,bagaimana mungkin seorang yang berhijab dianggap telah menggunakan
pakaian taqwa (libasu at – taqwa) jika iri,dengki,sombong,tamak,masih bercokol
dihatinya.begitu juga sebaliknya,bagaimana mungkin seorang dianggap sudah
bertaqwa walau hatinya bergelimang mutiara dan bersih dari sifat buruk,namun ia
lalai untuk menutupi tubuhnya sebagaimana yang diajarkan agama.
Disisi
lain,memang seseorang yang telah menutupi aurat badaniahnya dengan jilbab/hijab
tentu belum bisa dikatakan sholihah apalagi bertaqwa,namun dengan penggunaan
jilbab/hijabnya setidaknya kita tentu yakin bahwa ia sedang berusaha meraih
taqwa. Bukankah setelah terbuka aurat badaniahnya,Adam dan Hawa
menutupinya buru – buru dengan dedaunan syurga karena malunya (QS.Thaha 120)
? barulah setelah itu keduanya berdo’a
untuk taubat kepada Allah sebagai fungsi menganyam pakaian aurat
sirri yang sudah terlanjur usang karena durhaka.(QS.al – A’raf :22- 23)
Terakhir,penulis
ingin mengingatkan kepada diri penulis khususnya,seperti apa yang juga telah
diperingatkan oleh al – Quran kepada kita,
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat
ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari
surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada
keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan
suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah
menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak
beriman. (QS.al – A’raf {7} ; 27)
[1] .Lihat dan baca 2/QS.al – Baqarah : 96 , يَوَدُّ
أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَة
(masing – masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun,dst)
[2] .Diantaranya lihat dan baca QS.al – Anbiya’ : 82, QS. As – Saba’ :
13 dan sebagainya.
[3] .Lihat dan baca,QS. Al- A’raf {7}: 20
[4] . Lihatdan baca QS. Thaha {20} : 120
[5] . Ibid
[6] . Lihat dan baca,QS. Al-a’raf {7}: 20
[7] .Lihat dan baca,QS.Thaha {20} : 121 -123



07.57
Muhammad Azhari

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar