Rabu, 26 November 2014

Marketing Iblis


Marketing Iblis
Muhammad Azhari Nasution`

            Sebelum Iblis La. Meluncurkan niat jahatnya kepada ayahanda Adam dan ibunda Hawa,terlebih dahulu iblis melakukan market research,kira – kira commodity apa yang laku dipasaran bangsa manusia.ternyata kompas research Iblis menunjukkan bahwa commodity yang paling laku pada pangsa pasar manusia adalah “ambitions in the safe zone” , bahwa manusia sangat ambisius untuk hidup kekal abadi disurga (zona aman). Ini terlihat bagaimana saat Iblis melakukan hukum penawaran kepada Adam. (QS.Thaha {20} : 120) :

فَوَسۡوَسَ إِلَيۡهِ ٱلشَّيۡطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلۡ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلۡخُلۡدِ وَمُلۡكٖ لَّا يَبۡلَىٰ ١٢٠
Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu syajaroh al – khuldi (pohon terlarang) dan kerajaan yang tidak akan binasa?

Sampai disini terlihat,secara naluri manusia begitu senang dengan kenyamanan yang langgeng dan kekuasaan yang awet. Al – Quran pun melukiskan adanya sekelompok manusia yang sangat ambisi untuk bisa hidup seribu tahun lagi.[1]
Namun Iblis memang sang marketing ulung,tak kan puas sebelum iman terampas,takkan jemu sebelum taqwa berdebu, dan tetap semangat sampai Adam dan Hawa terbuka aurat. Ia memang dikenal sebagai makhluk yang ulet,ini terbukti dalam banyak ayat mempromosikan sifatnya. Masih ingat ,bagaimana ketika bangsa jin menjadi prajurit nabi Sulaiman? betapa ia adalah sang pekerja keras. Ya,sebanding dengan keras kepalanya.[2]
Proses marketing iblis terus berjalan sampai misinya berhasil mengeluarkan adam dari syurga.Setidaknya ada tiga tahap (graduasi) marketing iblis untuk menggoalkan tujuannya. Pertama,Prologue market.sebelum ketujuan inti Iblis terlebih dahulu berbasa – basi,mendoktrin,membisiki , dan merayu adam dan hawa agar memgkonsumsi produk Iblis.Fawaswasa lahuma asy – syaithon (kemudian syaithan membisikkan pikiran jahat kepada mereka berdua) [3].

Sekali lagi...
a.       Apa produk yang ditawari Iblis? yakni, Asy – Syajaroh al Khuldi (pohon terlarang)[4]
b.      Apa tujuannya? Yakni,agar Adam dan Hawa terbuka aurat badaniah dan aurat sirrinya, lalu terusir dari syurga[5].

Kedua, Advantages of Commodity,Iblis mengemukakan keunggulan produknya,sekaligus meyakinkan kenapa Adam dan Hawa harus mengkonsumsi produknya.ini semua dilakukan agar Adam dan Hawa semakin yakin dan terperdaya.Iblis melakukannya dengan iming – iming palsu (Marketing Gimmick). Dengan mengatakannya kepada Adam,jika ia mengkonsumsi produknya(pohon terlarang) maka nanti ia akan hidup kekal selamanya,sebab ia adalah pohon sejenis pil anti malaikat maut, “begitu kira–kira ungkap iblis dengan penuh kebohongan”.kebohongan marketing iblis itu direkam oleh bahasa al Qurannya, (An takuuna malakaini au takuuna minal khoolidiin[6]  ) begitu kira – kira marketing gimmick Iblis.

Ketiga,Commitmens Guarantee,basi – basi sudah selesai,keunggulan produk sudah dijelaskan,maka saatnya iblis menggunakan trick marketing yang ketiga, “Memberi komitmen garansi” atas produknya. Commitmens Guarantee ini tergambar pada sumpah penegasannya “ wa qoosamahuma Inni lakuma lamina ash – sholihiin”(sesungguhnya aku ini termasuk para penasihatmu), yang namanya penasihat tidak mungkin menjerumuskanmu,sudah makan saja,ga bakal rugi sampean.-pen

            Lalu keduanya terpedaya,dan mengaminkan rayuan iblis.anehnya belum lagi memakan habis, masih mencicipi saja,aurat keduanyapun terbuka,lalu keduanyapun terusir dari surga[7].dan marketing Iblispun berhasil...

            Hikmah
Bagi anda yang ingin melihat dari sisi enterpreunershipnya,maka tak mengapa jika anda ingin mengikuti langkah marketing iblis namun tentu dengan tolak ukur agama.katakanlah apa yang memang layak untuk dikatakan,jangan mengurangi kejelekannya,apalagi menambah kebaikan yang tidak ada padanya(produk).jadikanlah Rasulullah sebagai teladan enterpreunership,tercatat ia sukses dan banyak mitra dagang yang ingin menjadi partner karena budi pekerti kejujurannya.
Jika anda ingin mencari makna lain,penulis ingin berbagi kesan ‘ibrah yang dapat ditangkap.Syukur adalah harga mahal,bahkan ia bisa menjadi alat tukar ketaatan atas nikmat yang diberikan Tuhan. Kekhilafan Adam dan Hawa terjadi karena syukur telah hilang dari keduanya.dan pandanglah pemberian Allah sebagai keadilanNya,jangan melihat keadilan berdasarkan tingkat kepuasan kita.
Aurat badaniah (dzohir) adalah simbol ketaatan,tapi juga jangan melupakan aurat sirri (ketaqwaan hati) untuk selalu dibenahi.keduanya bahkan tak bisa dipisahkan,bagaimana mungkin seorang yang berhijab dianggap telah menggunakan pakaian taqwa (libasu at – taqwa) jika iri,dengki,sombong,tamak,masih bercokol dihatinya.begitu juga sebaliknya,bagaimana mungkin seorang dianggap sudah bertaqwa walau hatinya bergelimang mutiara dan bersih dari sifat buruk,namun ia lalai untuk menutupi tubuhnya sebagaimana yang diajarkan agama.
Disisi lain,memang seseorang yang telah menutupi aurat badaniahnya dengan jilbab/hijab tentu belum bisa dikatakan sholihah apalagi bertaqwa,namun dengan penggunaan jilbab/hijabnya setidaknya kita tentu yakin bahwa ia sedang berusaha meraih taqwa. Bukankah setelah terbuka aurat badaniahnya,Adam dan Hawa menutupinya buru – buru dengan dedaunan syurga karena malunya (QS.Thaha 120) ? barulah setelah itu keduanya berdo’a  untuk taubat kepada Allah sebagai fungsi menganyam pakaian aurat sirri yang sudah terlanjur usang karena durhaka.(QS.al – A’raf :22- 23)

Terakhir,penulis ingin mengingatkan kepada diri penulis khususnya,seperti apa yang juga telah diperingatkan oleh al – Quran kepada kita,
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS.al – A’raf {7} ; 27)





[1] .Lihat dan baca 2/QS.al – Baqarah : 96 , يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَة (masing – masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun,dst)
[2] .Diantaranya lihat dan baca QS.al – Anbiya’ : 82, QS. As – Saba’ : 13 dan sebagainya.
[3] .Lihat dan baca,QS. Al- A’raf {7}: 20
[4] . Lihatdan baca QS. Thaha {20} : 120
[5] . Ibid
[6] . Lihat dan baca,QS. Al-a’raf {7}: 20

[7] .Lihat dan baca,QS.Thaha {20} : 121 -123

0 komentar:

Posting Komentar