Muhammad
Azhari Nasution`
Sebenarnya sudah lama hubungan
bilateral antara iblis dan manusia tidak membaik.Konflik ini sesungguhnya telah
dimulai sejak lama,bahkan sejak pertama kali bangsa manusia diciptakan dimuka
bumi ini. Andai iblis mau taat sedikit saja dengan keputusan MA (Mahkamah
Allah)[1]
ketika itu,maka sungguh pertikaian tak kan terjadi dan dendam kesumat tak kan
mencuat.
Namun apa
mau dikata,iblis lebih memutuskan pilihannya untuk tidak bersujud atas perintah
Allah tersebut.Bahkan-syahdan, sejak Allah mengusir iblis turun dan
keluar dari syurga[2],kebencian
iblis kepada manusiapun semakin menjadi – jadi.Iblis dan koalisinya pun tak
segan - segan mengeluarkan mosi “penyesatan terhadap bangsa manusia”.[3]
Berhari –
hari iblis melewati masa – masa sulitnya sebagai makhluk Allah yang dilaknat.sebulan,setahun
bahkan ratusan tahun ia telah lalui, kini iblis mulai berfikir dalam benaknya,
“bukankah alangkah lebih baik kalau aku meminta taubat saja kepada Allah agar aku terbebas dari semua
sebab kesalahan yang pernah kulakukan...?” tanya iblis dalam kebingungan!
Janganlah
anda heran jika iblis mempertanyakan seperti itu,apalagi jika punya keinginan
untuk taubat.Sebab walau bagaimanapun setidaknya ia pernah nyantri disyurga,bahkan
sudah menjadi masyayikh dan mursyid sekaligus bagi para malaikat.
‘ala kulli
hal.. setelah melihat,memperhatikan,kemudian memutuskan.iblis akhirnya
memberanikan diri untuk mengadakan pertemuan dengan anak manusia. Perlahan
namun pasti, niat baik Iblis untuk mengadakan hubungan bilateral kiranya
kembali ditanggap baik oleh rekannya dari kalangan manusia.Kala itu Nabi Musa as.lah
yang ia temui.Syukurnya,niat baik iblis tak bertepuk sebelah tangan.
Benak kita
kemudian bertanya,win – win solution apa kemudian yang terjadi atas
pertemuan bilateral antara Musa dan Iblis? Dan apa tujuan pertemuan itu dengan
niat taubatnya? Uppps,tunggu dulu,tarik nafas dalam – dalam...sejenak kita
akan siap – siap mengambil pelajaran didalamya setelah jeda berikut ini.
Pakar Hadits[4],Ibn
al Jauzi dalam bukunya al – Muntaqo an – Nafis min Talbisu Iblis ,dalam
riwayatnya menceritakan pertemuan sakral
kedua tokoh tersebut dengan sangat panjang lebar.Singkat cerita,setelah berbasa
– basa sebelum keburu basi akhirnya iblis
mengungkapkan uneg – unegnya kepada nabi Musa kalau ia ingin bertaubat.berikut sekedar
ilustrasi percakapan keduanya
Iblis : “Hai Musa,engkaulah
orang orang yang dipilih oleh Allah untuk menyebarluaskan perintah dan
laranganNya.dan Allah pun sudah memberitahu engkau bahwa aku adalah
ciptaanNya.namun aku telah berdosa kepada Allah,kini aku hendak bertaubat
kepadaNya,Kiranya berkenanlah engkau untuk memanjatkan doa untukku kepada Allah
agar ia mengampuni dosa - dosaku.
(Lalu Nabi Musapun
mendoakannya.)dan dipertemuan selanjutnya iblis bertanya...
Iblis : Hai Musa,apakah aku sudah dimaafkan oleh Allah?
Musa : Iblis, Allah akan
menerima taubatmu dengan satu syarat
Iblis : apa itu???,pinta
iblis dengan percaya diri bahwa ia pasti bisa melakukan syarat itu
Musa : Allah akan menerima
taubatmu,jika engkau mau bersujud kepada makam (kubur) Nabi Adam.as
Iblis : Iblis pun murka,muncul kembalilah
kesombongannya,lalu berkata kepada Musa, “Hai Musa,aku tidak akan mau
bersujud kepada Adam. ‘jika masih hidup saja aku tak sudi,apalagi saat ia sudah
mati???”
Hikmah
“Bukankah
kita tak jarang bersikap seperti Iblis,betapa banyak dari kita merasa lebih
baik dari pada orang lain.kita lupa bahwa hal tersebutlah yang membekukan hati.
kita giat mencari
kebenaran namun enggan menerima kebenaran.kadang karena tak masuk dinalar,kita
terlampau sering mendekte bahkan mengkritik
syari’at Tuhan,kita terjebak dengan apa yang disyariatkan bukan siapa
yang mensyariatkan.bukankah Iblis juga demikian?karena perintah sujud kepada
Adam tak memuaskan nalarnya,hingga ia lupa dengan siapa yang memerintahkan”.
Semoga
pertemuan bilateral Musa dan Iblis membawa kita pada perubahan...#
[1] . adalah keputusan Allah ketika itu memberi perintah kepada iblis agar
menghormati ciptaan Allah lewat simbol sujud kepada adam as. Baca dan lihat
QS.2/ Al- Baqarah : 34.
[2] .Bukan sekedar diperintah untuk turun tapi juga keluar. Baca dan
lihat QS.7/Al – A’raf : 13
[3] . Baca dan lihat QS.7/Al – A’raf : 16 - 17
[4] .Nama lengkapnya adalah Abdurrahman ibn Ali ibn Muhammad al Jauzi al –
Qursy al – Jauzi.dilahirkan di Baghdad 508 H/1201 M.ia meninggal pada malam
jum’at,2 Ramadhan tahun 597 H.



07.37
Muhammad Azhari

Posted in: